COTANG – CORETAN TANGAN BAGIAN III

Perhitungan dibawah ini mungkin tidak jauh berbeda dengan keadaan harga material yang makin menanjak naik sekarang ini, mengutip dari estimasi projek teman yang mau membuatkan relasinya berupa rumah tipe 36 dengan dana yang dibutuhkan sekitar 30 – 33 Juta Rupiah tentunya dibangun di tanah hasil kreditan relasinya selama 3 tahun, based on dari kinerja relasi yang tidak pernah menunggak atawa kredit macet, rekan penulis katakanlah mat tampok akhirnya menyanggupi request dari si relasi disebut bonbon tadi untuk minta dibuatkan rumah type 36, dari hasil bincang – bincang ringan dengan mat tampok saya dapat informasi yang cukup berguna.

Setelah rancangan dibuat dan estimasi biaya selesai dikerjakan mat tampok mengajukan proposal tersebut kepada bonbon dengan down payment sebesar 5 – 10 Juta Rupiah dengan angsuran rumah perbulan sekitar 850 – 900 Ribu Rupiah Selama 10 Tahun ini artinya mat tampok akan mengantongi uang sebesar 900 Ribu x 120 Bulan = Rp. 108.000.000,- Di Potong Modal Rp. 30.000.000,- sama dengan Rp. 78.000.000,- asumsi dipotong pengeluaran upah tukang dan biaya lain – lain diambil dari down payment maka nett profit tetap di angka Rp. 78.000.000,-

Sekarang kita hitung break even poin atau balik modal dari bisnis mat tampok tersebut, katakanlah initial deposit atau modal yang dikeluarkan sebesar Rp. 30.000.000,- asumsi angsuran bulanan sebesar Rp. 900.000,- maka untuk balik modal diperlukan waktu kira – kira 34 Bulan, 34 x Rp. 900.000,- = Rp. 30.600.000,-, atau kalau mau di ambil bulanan hitungannya sebagai berikut :

Rp. 780.000,- / 120 Bulan = Rp. 650.000,-, Jadi dari angsuran 900 Ribu tersebut mat tampok boleh menghabiskan Rp. 650.000,- saja dan sisanya ditabung agar modal bisa diputar lagi agar tidak amblas.

COTANG – Coretan Tangan Bagian II

Ada seorang rekanan bingung, beliau mempunyai modal cukup besar namun bingung mau di putar di mana, sementara ini hanya di simpan di bank dalam bentuk tabungan, apa yang dilakukan sudah cukup bagus selain saving dapat omzet pula walaupun cukup lumayan hasilnya. Namanya manusia nggak pernah puas :--) so masih mencari kalau ada peluang dgn omzet yang lebih besar.

Peluang yang satu ini juga cukup bagus juga namun modal yang diperlukan cukup besar yaitu leasing tanah, jadi tanah yang dibeli dibuat kavlingan kemudian di kreditkan dengan jangka waktu tertentu katakanlah 3 tahun, rekanan penulis membuktikan bisnis ini sangat profitable, laba yang diraup bisa mencapai 2 sampai 3 kali lipat, katakanlah dengan modal 400 – 500 Juta untuk di belikan tanah dengan luas sekian setelah di kavling kan dan di leasing bisa mencapai 1 s/d 1,5 Milyar lebih ck..ck…ck..

Keuntungan lainnya modal yang ditanam relatif sangat aman, dan bukan tidak mungkin jika kreditor tadi selesai cicilan tanahnya lalu menginginkan mau membangun rumah tentunya bisa menambah omzet lagi, ilustrasi untuk membangun rumah type 45 dengan menggunakkan Batako Plester estimasi biaya yang diperlukan berkisar antara 30 juta – 50 juta dengan DP sekian dan cicilan selama 10 tahun tentu nilai nya membengkak, sekali gebuk 2 lalat :--)

Minusnya Cuma waktu yang cukup lama untuk menikmati manisnya profit secara keseluruhan namun bila sudah jalan hasilnya akan sangat ruarrr biasaa, finally bas wi rekan tadi nggak bingung lagi tinggal kolaborasi dan masalah pun beres res res :--)